Topik : *TETAP BERDOA*
Oleh : C.Pdt. Andreas Kristofel Simamora, S.Fil
Syalom, Bapak/Ibu dan Saudara yang terkasih di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, firman Tuhan yang menjadi perenungan bagi kita pada Minggu ini tertulis di dalam kitab
Kolose 1:9-14 demikian bunyinya:
Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna,
sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,
dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar,
dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.
Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;
di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.
Bapak/Ibu dan Saudara, semua orang (Kristen) bisa berdoa. Doa adalah nafas kehidupan yang kita bawakan melalui ucapan dan pikiran. Komunikasi secara tidak langsung dalam setiap perjalanan kehidupan kita untuk mampu memahami dan mengerti betapa ajaib kuasa daripada Tuhan sang pemilik kehidupan ini. Paulus juga menunjukkan bagaimana doa yang benar dan kehidupan iman yang sejati seharusnya berjalan. Ia berdoa agar jemaat dipenuhi dengan pengetahuan akan kehendak Tuhan, sehingga mereka hidup dengan bijaksana, berkenan kepada Tuhan, dan menghasilkan buah dalam setiap perbuatan baik.
1. Hidup yang Dipenuhi Kehendak Tuhan (ayat 9–10)
Paulus tidak hanya mendoakan berkat jasmani, tetapi pertumbuhan rohani. Orang percaya dipanggil untuk memahami kehendak Tuhan, bukan sekadar tahu tentang Tuhan, tetapi mengenal-Nya secara pribadi. Tujuannya adalah hidup yang layak di hadapan Tuhan—menghasilkan buah, bertumbuh dalam iman, dan semakin mengenal Dia.
2. Kekuatan dari Tuhan untuk Bertahan (ayat 11)
Hidup Kristen tidak selalu mudah. Karena itu Paulus berdoa agar mereka dikuatkan oleh kuasa Tuhan sehingga mampu menghadapi tekanan dengan kesabaran dan ketekunan. Kekuatan ini bukan dari diri sendiri, tetapi dari Allah yang setia.
3. Ucapan Syukur atas Keselamatan (ayat 12–14)
Kita dipanggil untuk bersyukur karena Allah telah:
Menerima kita sebagai bagian dari umat-Nya.
Menerangi kita dari kegelapan.
Mempindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya.
Menebus dan mengampuni dosa-dosa kita.
Ini adalah inti Injil: kita diselamatkan oleh kasih karunia melalui Yesus Kristus. Kita tidak lagi hidup dalam kuasa dosa, tetapi dalam terang dan pengampunan. Melalui kitab Kolose 1:9–14 mengajarkan bahwa hidup orang percaya harus bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan, dikuatkan oleh-Nya, dan penuh dengan ucapan syukur atas keselamatan dalam Kristus.
Mari kita hidup bukan hanya sebagai orang yang diselamatkan, tetapi sebagai orang yang terus bertumbuh dan menghasilkan buah bagi kemuliaan Tuhan. Amen.
















Discussion about this post