Topik :*Mengarahkan hati dan jiwa untuk mencari Tuhan*
Oleh : C.Pdt. Andreas Kristofel Simamora, S.Fil. (LPP 1 HKBP Sei Berombang)
Syalom, jemaat Tuhan yang terkasih dan diberkati oleh Tuhan…Firman Tuhan yang menjadi Khotbah bagi kita pada Minggu ini tertulis di dalam kitab 1 Tawarikh 22:14-19 Sesungguhnya, sekalipun dalam kesusahan, aku telah menyediakan untuk rumah TUHAN itu seratus ribu talenta emas dan sejuta talenta perak dan sangat banyak tembaga dan besi, sehingga beratnya tidak tertimbang; juga aku telah menyediakan kayu dan batu. Tetapi baiklah engkau menambahnya lagi.
Lagipula engkau mempunyai sangat banyak pekerja, yakni pemahat-pemahat batu, tukang-tukang batu dan kayu dan orang-orang yang ahli dalam segala macam pekerjaan
emas, perak, tembaga dan besi, yang tidak terhitung banyaknya. Mulailah bekerja! TUHAN kiranya menyertai engkau!”
Dan Daud memberi perintah kepada segala pembesar Israel itu untuk memberi bantuan kepada Salomo, anaknya, katanya:
“Bukankah TUHAN, Allahmu, menyertai kamu dan telah mengaruniakan keamanan kepadamu ke segala penjuru. Sungguh, Ia telah menyerahkan penduduk negeri ini ke dalam tanganku, sehingga negeri ini takluk ke hadapan TUHAN dan kepada umat-Nya.
Maka sekarang, arahkanlah hati dan jiwamu untuk mencari TUHAN, Allahmu. Mulailah mendirikan tempat kudus TUHAN, Allah, supaya tabut perjanjian TUHAN dan perkakas kudus Allah dapat dibawa masuk ke dalam rumah yang didirikan bagi nama TUHAN.”
Jemaat Tuhan, pada saat ini kalau kita kilas balik harga sementara Emas berada di angka 3 juta rupiah… Sangat menarik perhatian saudaraku, melihat emas yang tidak bisa habis dan sifatnya abadi. Sebelumnya kita dihantarkan melalui perumpamaan Tuhan lewat emas, perak, tembaga dll. Hubungan kita kepada Tuhan layaknya emas yang selalu mahal dan berharga. Bapak/Ibu dan Saudaraku
Kitab 1 Tawarikh menceritakan bagaimana Raja Daud mempersiapkan pembangunan Bait Allah yang akan dikerjakan oleh putranya, Raja Salomo. Walaupun Daud tidak diizinkan Tuhan membangun Bait Allah, ia tetap memberikan dukungan penuh: menyediakan bahan, merencanakan pekerjaan, dan memberi nasihat rohani. Dari sini kita belajar tentang kesetiaan dan tanggung jawab dalam melayani Tuhan.
1. Melayani Tuhan membutuhkan persiapan yang sungguh (ay.14-16)
Daud berkata bahwa ia telah menyediakan emas, perak, tembaga, besi, kayu, dan batu dalam jumlah besar. Ini menunjukkan bahwa pekerjaan Tuhan tidak dilakukan dengan asal-asalan.
Artinya:
Pelayanan membutuhkan persiapan hati dan usaha.
Apa yang kita kerjakan bagi Tuhan harus dilakukan dengan kesungguhan dan tanggung jawab.
Bagi orang percaya, pelayanan di gereja, keluarga, dan masyarakat harus dilakukan dengan hati yang siap dan kerja yang sungguh-sungguh.
2. Pelayanan membutuhkan hikmat dari Tuhan
Daud berdoa agar Tuhan memberikan kepada Salomo hikmat dan pengertian untuk memimpin umat Israel dan membangun rumah Tuhan.
Pesannya jelas:
Pekerjaan Tuhan tidak hanya mengandalkan kemampuan manusia.
Kita membutuhkan hikmat dari Tuhan agar pelayanan berjalan benar.
Karena itu setiap pelayan Tuhan harus hidup dalam doa dan mencari kehendak Tuhan. Daud mengajak para pemimpin Israel untuk membantu Salomo dan berkata:
“Berusahalah dan bekerjalah.”
Ini berarti:
Pelayanan membutuhkan komitmen bersama.
Kita dipanggil untuk mencari Tuhan dengan segenap hati.
Ketika hati sungguh-sungguh mencari Tuhan, pelayanan kita akan menjadi berkat bagi banyak orang.
Penutup
Dari firman Tuhan ini kita belajar tiga hal penting:
Pelayanan membutuhkan persiapan yang sungguh.
Pelayanan membutuhkan hikmat dari Tuhan.
Pelayanan membutuhkan kesetiaan dan keberanian.
Seperti Daud yang mempersiapkan semuanya bagi pembangunan Bait Allah, demikian juga kita dipanggil untuk mempersiapkan hidup kita menjadi alat Tuhan.
Akhirnya, marilah kita mencari Tuhan dengan segenap hati dan melayani Dia dengan setia.
Amin.
















Discussion about this post