Oleh : C.Pdt. Andreas Kristofel Simamora, S.Fil (LPP 2 HKBP SEI BEROMBANG)
Topik Minggu : Teguh Berpegang pada Kebenaran
Syalom, Bapak/Ibu dan Saudara yang terkasih di dalam nama Tuhan Yesus Kristus… Firman Tuhan menyapa kita pada Minggu 23 Agustus 2026, tertulis di dalam kitab Efesus 4:7-16 demikian bunyinya:
Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.
Itulah sebabnya kata nas: “Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.”
Bukankah “Ia telah naik” berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?
Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.
Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,
tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, — yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota — menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.
Bapak/Ibu dan Saudara, satu hal yang pasti kita sudah didewasakan oleh iman melalui anugerah yang diberikan pada masing-masing kita. Berbicara tentang anugerah Kristus, keberagaman karunia, dan kesatuan gereja. Paulus menegaskan bahwa setiap orang percaya menerima karunia dari Kristus bukan untuk kepentingan diri sendiri, tetapi untuk membangun tubuh Kristus. Kristus memberikan karunia kepada setiap orang
Ayat 7 menegaskan bahwa “kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia.” Tidak ada anggota tubuh Kristus yang tidak berguna. Setiap orang memiliki tempat dan panggilan dalam pelayanan.
Bapak/Ibu dan Saudara, ada sebuah ilustrasi yang menggambarkan kehidupan kita saat ini, Kehidupan manusia seperti sebuah pohon. Ketika masih kecil, pohon membutuhkan air, tanah yang baik, dan perawatan. Hari demi hari ia bertumbuh. Tidak langsung menjadi besar dalam satu malam.
Demikian juga kehidupan iman kita. Kita tidak dipanggil untuk langsung sempurna, tetapi dipanggil untuk terus bertumbuh.
Ada masa hidup kita penuh sukacita. Ada juga masa ketika kita mengalami kegagalan, kehilangan, kekecewaan, bahkan merasa Tuhan begitu jauh. Tetapi seperti pohon yang tetap bertumbuh meskipun diterpa hujan dan angin, demikianlah orang percaya dipanggil untuk tetap berakar di dalam Kristus.
Secara teologis, karunia adalah anugerah Allah, bukan hasil kehebatan manusia. Karena itu, tidak ada alasan untuk menyombongkan karunia dan tidak ada alasan untuk merasa rendah diri. Karunia diberikan untuk memperlengkapi pelayanan
Kristus memberikan rasul, nabi, pemberita Injil, gembala dan pengajar untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan.
Gereja bukan tempat di mana hanya beberapa orang yang bekerja sementara yang lain menjadi penonton. Seluruh anggota jemaat dipanggil mengambil bagian dalam pelayanan. Para pelayan gereja memperlengkapi jemaat agar seluruh tubuh Kristus dapat melayani. Tujuan akhirnya adalah kedewasaan iman
dan berbicara tentang “kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah” serta mencapai kedewasaan penuh di dalam Kristus.
Kedewasaan rohani bukan sekadar semakin banyak mengetahui Alkitab, tetapi semakin menyerupai Kristus dalam iman, kasih, karakter, dan kehidupan sehari-hari.
Karena itu, gereja harus terus bertumbuh. Gereja yang sehat bukan hanya gereja yang ramai, tetapi gereja yang dewasa dalam iman dan nyata dalam kasih. Jangan mudah diombang-ambingkan dan ini hendak memperingatkan agar kita tidak lagi seperti anak-anak yang mudah diombang-ambingkan oleh berbagai pengajaran.
Dalam kehidupan gereja dan masyarakat, banyak suara yang dapat memengaruhi iman kita. Karena itu, umat percaya membutuhkan dasar yang kuat dalam Firman Tuhan dan pengenalan akan Kristus.
Bapak/Ibu dan Saudara, Bertumbuh dalam kasih kepada Kristus yakni harus mampu “dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.”
Kebenaran tanpa kasih dapat menjadi keras. Kasih tanpa kebenaran dapat kehilangan arah. Gereja dipanggil untuk memegang kebenaran dan kasih sekaligus. Nats Efesus 4:7–16 mengajarkan bahwa Kristus adalah Kepala Gereja, setiap orang percaya menerima karunia, dan semua karunia harus digunakan untuk membangun tubuh Kristus. Tujuan pelayanan bukan meninggikan manusia, melainkan membawa seluruh jemaat kepada kedewasaan iman dan keserupaan dengan Kristus.
Mari kita membagikan keutuhan iman kita melalui perkataan ini :
“Jangan hanya menjadi anggota gereja, tetapi jadilah anggota tubuh Kristus yang bertumbuh, melayani, dan membangun dalam kasih.”
Amin, Selamat menjalani kehidupan













Discussion about this post