SIANTAR – MEDIAMASIP
Tim dosen dari Universitas Prima Indonesia (UNPRI) berhasil menghadirkan inovasi teknologi dalam pelestarian budaya Batak melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Hibah Kemdiktisaintek tahun 2025.
Program bertajuk “Inovasi Mesin Tenun Ulos Batak dengan Menggunakan Teknologi Digital untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Tradisional di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar” ini dipimpin oleh Amelia Simanungkalit, M.Pd. selaku Ketua Pelaksana PKM bersama anggota tim dosen lintas program studi dan mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, tim UNPRI mengembangkan mesin tenun ulos dengan teknologi digital yang mampu mempercepat proses produksi tanpa mengurangi nilai budaya dan keaslian ulos Batak. Teknologi tersebut sekaligus menjadi solusi bagi para pengrajin dalam menghadapi tantangan produksi dan pemasaran di era digital.
“Tujuan utama kami adalah meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat manajemen usaha, serta membekali pengrajin dengan kemampuan pemasaran digital,” Ujar Amelia.
Amelia menambahkan bahwa ke depan timnya bersama mitra berkomitmen melanjutkan pelatihan lanjutan serta memperluas program bagi kelompok pengrajin lain di wilayah Sumatera Utara.
“Terima kasih kami sampaikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM), LPPM Universitas Prima Indonesia, serta mitra Nauli Ulos atas dukungan dan kerja samanya,” pungkasnya.
Dr. Yennimar, M.Kom selaku anggota tim PkM dari Fakultas Teknik dan Informatika UNPRI mengatakan program tersebut juga melibatkan mahasiswa UNPRI melalui skema Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM). Mahasiswa turut membantu dalam pembuatan konten promosi digital, dokumentasi kegiatan, dan pelatihan pemasaran daring. “Keterlibatan mahasiswa bukan hanya mendukung proses pemberdayaan, tetapi juga menjadi pengalaman belajar nyata di luar kampus,” ujarnya.
Program yang bermitra dengan kelompok pengrajin Nauli Ulos ini telah menunjukkan hasil positif. Produksi ulos meningkat, tingkat kesalahan berkurang, dan para penenun kini memiliki akun promosi digital di berbagai platform untuk memperluas pasar. Selain berdampak ekonomi, kegiatan ini juga memperkuat pemberdayaan perempuan penenun di Desa Sumber Jaya. Sebagian besar peserta adalah perempuan yang kini lebih percaya diri menggunakan teknologi dan mampu mengelola usaha secara mandiri.
Program ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mengembangkan inovasi teknologi yang berakar pada budaya lokal serta berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.(*/Tohap)
















Discussion about this post