Topik : Kasih Allah Unlimited
Oleh : C.Pdt. Andreas Kristofel Simamora, S.Fil.
Nats Khotbah : Kejadian 21:8-21
Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu.
Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri.
Berkatalah Sara kepada Abraham: “Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak.”
Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu.
Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: “Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.
Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena ia pun anakmu.”
Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.
Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak,
dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: “Tidak tahan aku melihat anak itu mati.” Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring.
Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring.
Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.”
Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum.
Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah.
Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir.
Syalom, Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,
Dalam kehidupan ini sering kali kita mengalami saat-saat di mana kita merasa sendirian, ditolak, bahkan terlupakan. Ada kalanya doa terasa tidak dijawab, air mata mengalir tanpa ada yang memperhatikan, dan beban hidup terasa terlalu berat untuk dipikul.
Demikianlah yang dialami Hagar dan Ismael. Mereka diusir dari rumah Abraham, berjalan di padang gurun tanpa tujuan yang jelas, kehabisan air, dan menghadapi ancaman kematian. Namun justru di titik terendah kehidupan mereka, Allah hadir dan menyatakan kasih-Nya. Allah Melihat Penderitaan yang Tidak Dilihat Manusia
Hagar adalah seorang perempuan yang tersisih. Ia bukan istri utama Abraham. Ketika konflik muncul, ia dan Ismael harus meninggalkan rumah.
Di mata manusia, Hagar mungkin dianggap tidak penting. Namun di mata Allah, tidak ada seorang pun yang terlupakan.
Sering kali kita juga merasa seperti Hagar:
Ketika usaha tidak dihargai.
Ketika pelayanan tidak diperhatikan.
Ketika keluarga atau sahabat mengecewakan kita.
Ketika pergumulan hidup terasa terlalu berat.
Firman Tuhan mengingatkan bahwa Allah melihat apa yang tidak dilihat manusia. Mata Tuhan tidak pernah tertutup terhadap penderitaan anak-anak-Nya.
Aplikasi: Jangan mengukur kasih Tuhan dari perhatian manusia. Walaupun dunia melupakan kita, Tuhan tidak pernah melupakan kita. Allah Mendengar Tangisan Anak-Anak-Nya
Ayat 17 berkata: “Allah mendengar suara anak itu.”
Menarik bahwa Allah tidak hanya melihat, tetapi juga mendengar.
Air mata orang percaya tidak pernah jatuh sia-sia. Bahkan ketika kata-kata tidak mampu terucap, Tuhan tetap mengerti bahasa tangisan hati.
Kadang kita berpikir:
“Apakah Tuhan mendengar doaku?”
“Mengapa Tuhan diam?”
“Mengapa penderitaan ini begitu lama?”
Melalui kisah ini Tuhan menjawab: Ya, Aku mendengar.
Mungkin jawaban Tuhan tidak selalu datang secepat yang kita harapkan, tetapi Tuhan tidak pernah tuli terhadap seruan umat-Nya. Amin














Discussion about this post