PEARAJA-MEDIAMASIP.COM
Ephorus HKBP Pdt Dr. Victor Tinambunan MST memberikan apresiasi penutupan sementara PT Toba Pulp Lestari (TPL) dan langsung mendesak pemerintah untuk melaksanakan penutupan permanen.
Hal itu disampaikan ephorus dalam Pers Relesnya yang dikutip dari akun Facebooknya (FB), Jumat (12/12/2025) sore.
Dalam akun FBnya Ephorus mengatakan bahwa HKBP menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan dukungan penuh atas langkah pemerintah Republik Indonesia yang telah mengambil tindakan hukum menutup sementara operasional PT TPL .
Menurut ephorus, keputusan itu keputusan tersebut menegaskan bahwa negara mengakui adanya persoalan yang ditimbulkan oleh korporasi tersebut sekaligus menjadi respons positif ataa jeritan panjang masyarakat yang menderita akibat kerusuhan ekologis.
HKBP memandang penutupan sementara ini sebagai kemenangan awal dalam perjuangan keadilan ekologis, serta bukti sahih bahwa suara rakyat tidak sia-sia. Namun apresiasi ini bersifat strategis, kami menegaskan bahwa langkah tersebut belum menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.
HKBP mendesak Pemerintah Republik Indonesia agar tidak menjadikan kebijakan ini sebagai “obat penenang” bagi publik. Pemerintah perlu bersikap tegas dan berani dengan melangkah lebih jauh mencabut secara permanen Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman Industri ( IUPHHK-HTI) PT TPL. Pencabutan izin secara total merupakan kebutuhan mendesak yng tidak dapat ditawar karena kerusakan lingkungan yang telah terjadi, konflik agraria yang terus berulang, serta ancaman serius terhadap keberlangsungan ekosistem Danau Toba sebagai kawasan Strategis Nasional.
HKBP menyerukan agar pemerintah menyelesaikan konflik agraria secara tuntas dengan mengembalikan hak pengelolaan lahan yang tumpang tindih kepada masyarakat adat, serta memastikan rehablitasi menyeluruh atas kawasan yang telah terdegradasi.
Sebagai gereja yang terpanggil untuk memelihara ciptaan, HKBP menyatakan kesediaan untuk terlibat langsung dan bekerja sama secara aktif dengan pemerintah dalam proses pemulihan dan penanaman kembali kawasan hutan pasca pencabutan izin PT TPL.
Diakhir pers relesnya, ephorus mengatakan HKBP berkomitmen menggerakkan seluruh sumber daya gereja, warga jemaat, para pelayan, dan lembaga-lembaga pelayan untuk melaksanakan reboisasi masif di kawasan bekas konsesi PT.TPL. “Pemulihan tersebut kami pastikan bertujuan membentuk hutan penyangga ekosistem yang sehat, bukan area industri monokultur. Tuhan Yesus memberkati kita semua,” pungkasnya.(Tohap)
















Discussion about this post