SIANTAR-MEDIAMASIP.COM
Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi digital dengan kearifan lokal pada proses pembelajaran, tim dosen Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar (UHKBPNP) melaksanakan kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Model ULOS Berbasis Augmented Reality (AR) bagi Guru-Guru SMA Swasta Surya Pematangsiantar, Jumat (10/7/2026). Kegiatan akan dilaksanakan selama kurang lebih 4 bulan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026. Program tersebut bertujuan untuk memperkuat kapasitas guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21 melalui pemanfaatan teknologi inovatif yang tetap berakar pada budaya lokal.
Ketua tim PKM, Dr. Apriani Sijabat, S.Si., M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Fisika Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi hasil penelitian mengenai Model ULOS (Understand, Let’s Design Project and Do It, Observation Result Project and Discussion, Solution and Reflection) yang dikembangkan sebagai model pembelajaran inovatif berbasis budaya Batak dan dipadukan dengan teknologi Augmented Reality (AR). “Melalui pelatihan ini kami ingin memberikan pengalaman langsung kepada guru dalam merancang pembelajaran yang tidak hanya memanfaatkan teknologi digital, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual, menarik, dan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik,” ungkap Dr. Apriani.

Tim pelaksana kegiatan terdiri atas kolaborasi lintas disiplin ilmu, yaitu:
Dr. Apriani Sijabat, S.Si., M.Pd. – Dosen Program Studi Pendidikan Fisika Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar (Ketua Tim);
Dr. Ertina Sabarita Barus, S.T., M.Kom. – Dosen Universitas Prima Indonesia (UNPRI); Christian Neni Purba, S.Pd., M.Hum. – Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar;
Mawar Febrianti Irene Manurung – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika UHKBPNP; Berkat Kasih Situmorang – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika UHKBPNP.
Selama pelatihan dan pendampingan, para guru memperoleh berbagai materi yang meliputi konsep pembelajaran berbasis budaya, implementasi sintaks Model ULOS, pengenalan teknologi Augmented Reality, praktik penggunaan aplikasi Assembler Edu, hingga penyusunan perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan media AR.
Selain sesi pelatihan, peserta juga mendapatkan pendampingan intensif dalam mengembangkan media pembelajaran interaktif yang dapat diterapkan pada mata pelajaran di sekolah.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan pendekatan workshop sehingga peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga secara langsung mempraktikkan pembuatan media pembelajaran berbasis AR. Antusiasme para guru terlihat dari keterlibatan aktif dalam diskusi, praktik, serta presentasi hasil rancangan media yag telah dikembangkan selama pelatihan.
Kepala SMA Swasta Surya Pematangsiantar, Bintang Saurma Pasaribu, M.Pd., menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan menyampaikan apresiasi kepada tim PKM yang telah memilih SMA Swasta Surya Pematangsiantar sebagai mitra pengabdian. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru bagi para guru dalam mengembangkan pembelajaran yang inovatif dengan memanfaatkan teknologi terkini tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim PKM DPPM Kemdiktisaintek yang telah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru-guru kami.
Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan serta keterampilan baru dalam memanfaatkan teknologi Augmented Reality yang dipadukan dengan budaya lokal melalui Model ULOS. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut sehingga kompetensi guru semakin meningkat dan berdampak positif terhadap kualitas pembelajaran di sekolah,” ujar Bintang Saurma Pasaribu, M.Pd.

Dr. Ertina Sabarita Barus menyampaikan bahwa pemanfaatan Augmented Reality memberikan peluang besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran karena mampu menghadirkan objek tiga dimensi yang interaktif sehingga konsep-konsep abstrak menjadi lebih mudah dipahami oleh peserta didik.
Sementara itu, Christian Neni Purba menambahkan bahwa integrasi teknologi dengan budaya lokal merupakan salah satu strategi untuk memperkuat karakter peserta didik sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya daerah di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Melalui kegiatan ini, guru diharapkan mampu menghasilkan pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, serta berpusat pada peserta didik. Model ULOS berbasis Augmented Reality juga diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang mendukung implementasi Kurikulum Nasional sekaligus memperkuat literasi digital dan pelestarian budaya lokal. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi refleksi, penyerahan sertifikat kepada peserta, dan foto bersama sebagai bentuk komitmen antara tim PKM dan SMA Swasta Surya Pematangsiantar untuk terus menjalin kolaborasi dalam pengembangan inovasi pembelajaran berbasis teknologi dan kearifan lokal. Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah, kegiatan PKM ini diharapkan mampu menghasilkan dampak yang berkelanjutan dalam peningkatan kompetensi profesional guru serta mendorong terciptanya pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya Indonesia. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui penerapan hasil penelitian yang memberikan manfaat langsung bagi dunia pendidikan.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyampaikan harapan agar program pelatihan dan pendampingan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain memperkaya wawasan guru terhadap inovasi pembelajaran berbasis teknologi, kegiatan ini juga dinilai mampu memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Tim PKM dan pihak SMA Swasta Surya Pematangsiantar pun berharap kemitraan yang telah terjalin dapat terus berlanjut melalui berbagai program pengembangan kompetensi guru sehingga semakin banyak inovasi pembelajaran berbasis budaya lokal dan teknologi yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.(Rel/Tohap)














Discussion about this post