Khobah Minggu, 19 Oktober 2025
AKU TELAH MELIHAT ALLAH
Oleh : C.Pdt. Andreas Kristofel Simamora, S.Fil. (LPP 1 HKBP Sei Berombang)
Syalom, Bapak/Ibu dan Saudara yang dikasihi dan diberkati oleh Tuhan, khotbah pada hari minggu ini tertulis di dalam kitab
Kejadian 32:22-32 demikian bunyinya : Pada malam itu Yakub bangun dan ia membawa kedua isterinya, kedua budaknya perempuan dan kesebelas anaknya, dan menyeberang di tempat penyeberangan sungai Yabok.
Sesudah ia menyeberangkan mereka, ia menyeberangkan juga segala miliknya.
Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.
Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.
Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.”
Bertanyalah orang itu kepadanya: “Siapakah namamu?” Sahutnya: “Yakub.”
Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.”
Bertanyalah Yakub: “Katakanlah juga namamu.” Tetapi sahutnya: “Mengapa engkau menanyakan namaku?” Lalu diberkatinyalah Yakub di situ.
Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: “Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!”
Lalu tampaklah kepadanya matahari terbit, ketika ia telah melewati Pniel; dan Yakub pincang karena pangkal pahanya.
Itulah sebabnya sampai sekarang orang Israel tidak memakan daging yang menutupi sendi pangkal paha, karena Dia telah memukul sendi pangkal paha Yakub, pada otot pangkal pahanya.
Bapak/Ibu dan Saudara, pernahkah saudara bergulat/berantam dengan seseorang atau bahkan diri sendiri ?
Biasanya hal itu dilakukan karena ada yang kurang tepat di dalam dan di luar. Bergulat dilakukan pada umumnya untuk cabang olahraga, tetapi seringkali ini menjadi plesetan “berkelahi”.
Bapak/Ibu dan Saudara, perlu kita ketahui hidup kita berada dalam peperangan yang sangat dahsyat, sehingga di dalam pertarungan ini adalah bagian terpenting dalam hidup kita, kita juga harus belajar untuk tidak menang. Kita harus belajar untuk kalah. Karena kekalahan dalam pertarungan ini adalah kemenangan.
Belajar melalui Yakub, Yakub adalah seorang petarung. Dia rela mempertaruhkan/ menghabiskan sebagian besar hidupnya bertarung dengan semua orang di sekitarnya untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Allah. Allah memberikan Yakub keluarga dan kekayaan. Tetapi ada satu hal yang tidak dimiliki Yakub. *Yakub tidak memiliki hubungan pribadi dengan Allah.* Yakub mengalami berkat-berkat Allah, tetapi dia tidak pernah mengalami Allah.
Inilah kekhawatiran kita sebagai umat kristen. Ada banyak umat Kristus di gereja yang tidak memiliki hubungan pribadi dengan Allah.
Apa yang boleh kita petik melalui khotbah ini :
1. Kenalilah Tuhanmu dan juga Dirimu
2. Banyak berdoa dan bersyukur
3. Tidak mengandalkan diri sendiri
4. Memperjuangkan hak Tuhan di segala situasi dan kondisi.
5. Hidup bergaul dengan Allah supaya selalu diberkati dan terberkati.
*AMIN*
Selamat menjalani kehidupan Bapak/Ibu dan Saudara, kiranya Tuhan Yesus Memberkati
















Discussion about this post