TARUTUNG-MEDIAMASIP.COM
Badan Pengurus Cabang (BPC) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tarutung masa bakti 2026–2028 resmi dilantik, Kamis, (28/5/2026).
Pelantikan dilakukan oleh Pengurus Pusat GMKI yang di wakilkan Oleh Wakil Skretaris Umum Nokiskar Samuel Hulahit dan Kordinator Wilayah I Sumut-NAD Chrisye Sitorus.
Pelantikan berlangsung khidmat, penuh sukacita, serta menjadi penanda dimulainya kerja kepemimpinan baru GMKI Cabang Tarutung di bawah nahkoda Ketua Cabang, Amos Derebi.

Momentum pelantikan ini tidak hanya menjadi seremonial organisasi, tetapi juga penegasan kembali peran GMKI sebagai gerakan mahasiswa yang terus hidup, kritis, dan relevan di tengah dinamika gereja, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Tapanuli Utara selaku senior GMKI dan mewakili Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Pengurus Pusat GMKI melalui Wakil Sekretaris Umum dan Koordinator Wilayah I Sumut–NAD, Ketua PCPS Taput, cabang-cabang GMKI sejajaran Wilayah I Sumut–NAD, GAMKI, Cipayung Plus GMNI, KPU Tapanuli Utara, civitas kader GMKI Cabang Tarutung, serta berbagai elemen gereja dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tapanuli Utara menegaskan bahwa GMKI merupakan ruang penting dalam membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa. Ia berbagi pengalaman pribadinya sebagai senior GMKI yang ditempa dalam proses organisasi, serta menekankan pentingnya kaderisasi yang konsisten.
Sementara itu, dalam pidato perdananya, Ketua Cabang GMKI Tarutung, Amos Derebi, menegaskan bahwa GMKI Cabang Tarutung harus menjadi ruang gerakan yang menghadirkan dampak nyata di tengah masyarakat.
Ia menekankan bahwa nilai nasionalisme dan oikumenisme bukan hanya slogan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
“GMKI Cabang Tarutung harus hadir sebagai gerakan yang tidak hanya berbicara, tetapi bekerja dan berdampak. Dari Tarutung kita inginy menunjukkan bahwa iman, intelektualitas, dan keberpihakan kepada sesama itu nyata dalam tindakan,” ujar Amos Derebi.
Ia juga menegaskan komitmen kepengurusan baru untuk memperkuat kaderisasi, memperdalam spiritualitas, serta membangun gerakan mahasiswa yang kritis, progresif, dan responsif terhadap persoalan zaman.
Dari Pengurus Pusat GMKI, Wakil Sekretaris Umum Nokiskar Samuel Hulahit turut memberikan arahan. Ia mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru dilantik serta menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi dan memperkuat sistem kaderisasi.
Menurutnya, GMKI harus tetap menjadi ruang pembentukan kader yang utuh baik secara intelektual, spiritual, maupun sosial serta mampu menjawab tantangan zaman secara kolektif.
Ia juga menegaskan bahwa GMKI Cabang Tarutung memiliki sejarah panjang dalam melahirkan kader-kader yang berdampak, sehingga kepengurusan baru diharapkan mampu melanjutkan estafet tersebut dengan semangat pembaruan.
Kehadiran cabang-cabang GMKI sejajaran Wilayah I Sumut–NAD menjadi simbol kuat solidaritas gerakan. Dukungan lintas cabang tersebut menunjukkan bahwa GMKI tumbuh dalam semangat persaudaraan, bukan dalam sekat-sekat organisasi.
Momentum pelantikan ini juga menjadi ruang perjumpaan lintas generasi. Para senior GMKI Cabang Tarutung hadir memberikan dukungan dan harapan agar kepengurusan baru mampu membawa organisasi semakin maju, solid, dan berdampak luas.
Amos Derebi turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Ketua DPRD Tapanuli Utara, Kapolres Tapanuli Utara, KPU Tapanuli Utara, seluruh senior GMKI, cabang-cabang sejajaran, serta semua pihak yang telah membantu, mendukung, mendoakan, dan membersamai sejak awal persiapan hingga seluruh rangkaian pelantikan terlaksana dengan baik.
Ucapan terima kasih secara khusus juga disampaikan kepada Senior Dompak Hutasoit, Senior Penrad Siagian selaku Anggota DPD RI, Pdt. Josua Sibarani, Senior Sultan Hermanto Sihombing, dan abangda Poltak Silitonga (PH Jepang) yang telah banyak berkontribusi dalam menyukseskan acara pelantikan dan serah terima jabatan GMKI Cabang Tarutung masa bakti 2026–2028.
Pelantikan ini menjadi awal dari perjalanan baru GMKI Cabang Tarutung masa bakti 2026–2028—sebuah komitmen untuk terus menghadirkan gerakan mahasiswa yang berakar pada nilai iman, intelektualitas, dan keberpihakan kepada kehidupan bersama.
Dari Tapanuli Utara, GMKI menegaskan kembali panggilannya: menjadi suara kritis, menjadi terang, dan menjadi garam di tengah masyarakat.(ABB)
















Discussion about this post