PEMATANGSIANTAR-MEDIAMASIP.
Jalan Patimura Gang Djtondang Kelurahan Tomuan Siantar Timur Kota Pematangsiantar mendadak ramai. Pasalnya satu rumah yang dihuni keluarga Todos Simanungkalit/Br Nababan (Pak Morgan) dilalap si jago merah, Kamis (5/2/2026) sekira Pukul 16.40 WIB.
Informasi dihimpun di lokasi, api yang semula berasal dari pembakaran sampah dibelakang rumah Simanungkalit diduga tak terkendali, lalu merambat ke beberapa bagian rumah.

Seorang warga melihat kobaran api mulai membesar lalu segera menelepon meminta bantuan kepada petugas pemadam kebakaran.
Salah seorang warga setempat, Wendi Purba mengatakan rumah permanen itu milik Todos Diari Simanungkalit (53). Todos mengatakan bahwa sebelum kejadian ia sedang membakar sampah namun ketika itu juga ia pergi keluar menjemput istrinya.
“Pemilik rumah sempat membakar sampah, kemudian ditinggal pergi menjemput istrinya, Saat itulah api membesar dan merambat ke rumah,” ujar Wendi Purba.

Wendi menjelaskan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena rumah dalam kondisi kosong saat kebakaran terjadi.
“Kebakaran ini mengakibatkan kerugian materiil yang cukup besar. Atap rumah serta sejumlah perabotan dan perkakas rumah tangga milik korban termasuk satu unit sepeda motor yang belum diketahui jenisnya hangus terbakar,” ucapnya.
Sementara itu korban T Simanungkalit saat ditemui di lokasi mengakui bahwa sebelum kejadian dirinya membakar sampah di belakang rumah kemudian pergi sebentar menjemput istrinya yang bekerja di salah satu sekolah di Siantar.
“Tadi aku bakar sampah di belakang. Lalu aku keluar sebentar menjemput istri,”ujarnya dengan terisak.
Sebanyak 6 unit Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) milik Pemko Pematangsiantar diturunkan dan berhasil memadamkan api sebelum sempat merambat ke rumah lainnya.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.45 WIB. Petugas juga melakukan pengecekan menyeluruh di sekitar lokasi guna memastikan tidak ada sisa api yang berpotensi memicu kebakaran ulang.
Pertugas Damkar yang dibantu BPBD Kota Pematangsiantar juga berhasil mengeluarkan bberapa barang milik korban seperti Dua umit Sepeda, HP dan surat surat berharha lainnya.
Sementara itu salah seorang warga sekitar mengucapkan terimakasih kepada petugas Damkar kota Pematangsiantar yang dengan sigap dan cepat turun kelokasi memadamkan api,”Puji Tuhan dan terimakasih kepada Damkar Siantar yang cepat datang memadamkan api. Kusara kalau mereka lama datang rumah kami ini pun pasti ikut terbakar,”ujar warga.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya pembakaran sampah yang dilakukan tanpa pengawasan, terutama di lingkungan permukiman padat. Kelalaian kecil dapat berubah menjadi bencana besar dalam hitungan detik.(Jono)
Editor: Tohap Manurung,SH
















Discussion about this post