SIANTAR-MEDIAMASIP.COM
Rusaknya alam dan lingkungan yang mengakibatkan dampak buruk bagi masyarakat sekitar sering menjadi sorotan Epborus HKBP Pdt Dr Victor Tinambunan, MST. Menurutnya kerusakan lingkungan merupakan ulah manusia sehingga tidak boleh dibiarkan dan harus diberantas.
Seiring dengan statement pimpinan tertinggi HKBP itu, Dr Victor Tinambuan sering mendapat caci makian di media sosial bahkan sampai ada mengucapkan kata-kata yang tidak beretika.
Menurut Ephorus HKBP Pdt Victor Tinambunan semua yang dilakukan merupakan bagian dari Misi Holistik HKBP yang artinya bukan hanya mengurus peribadatan,”Gereja dan pelayan harus meneladani Tuhan yang peduli kepada orang-orang kecil yang menderita. Jadi kalau gereja tidak lagi peduli kepada masalah yang dihadapi oleh umat dia sudah kehilangan jati dirinya.Itulah yang paling mendasar,”ujarnya kepada wartawan saat diwawancarai seusai menghadiri pelaksanaan wisuda sarjana Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Jan Sangnaulauh Pematangsiantar, Sabtu (6/12/2025) sekira pukul 11.00 WIB.
Salah satu tugas misi holistik yang dilakaanakan adalah dengan aktif memberikan dukungan moral, materi maupun doa kepada seluruh daerah dan korban bencana alam yang ada di wilayah Sumatera Utara, Aceh dan Sumatera Barat.
Dikatakannya saat ini HKBP telah membentuk tim yang solid karena menurutnya buat HKBP besar bencananya sehingga dibentuklah tanggap bencana dan melaksanakan beberapa tahapan dalam membantu para korban bencana alam
“Kita membetuk tim yang solid dimana buat HKBP besar bencananya dengan membentuk tim tanggap bencana. Tim ink bekerja dan rutin berkomunikasi dengan zooming supaya terhubung informasi antara tempat yang satu dengan tempat yang lain, para Praeses juga ikut dalam tim ini dan mereka memberitahu mana yang lebih utama dulu, mana yang lebih membutuhkan kebutuhan pokok dulu, itulah tahap yang pertama,”ujarnya.
Lebih lanjut ephorus menjelaskan tapapan selanjutnya setelah itu berangsur-angsur dan saling berjalan perlu dilaksanakan trauma healing kepada anak anak dan sebagainya dan yang paling akhir nantinya bagaimana gereja kalau mampu bisa membantu rekonstruksi pembangunan rumah ibadah dan rumah rumah penduduk.
Ephorus juga berperan aktif dalam mendorong kepedukian jemat dan donatur lainnya untuk membantu seluruh korban bencana alam dan saat ini donasi yang terkumpul sudah mencapai Lima Miliard Rupiah.
“Jadi sampai sekarang sudah ada Rp.5 M yang terkumpul dalam satu minggu. Luar biasa menurut saya kepedulian teman teman ini dimana pengumpulan donasi untuk bencana bisa seperti ini cepat dan jumlahnya beaar. Jadi itu artinya saya lihat yang tergerak untuk menolong sesama ini terlihat sekali sangat jelas sekarang,”ujarnya sembari mengatakan samlai saat ini masih mengharapkan bantuan dinasi dari masyarakat,’Jadi kita masih mengharapkan donasi sampai sekarang,” ujarnya.
Terkait adanya informasi bahwa Khusus untuk Kecamatan Pinangsori yang sampai saat ini belum mendapat bantuan karena akses jalan yang mamang terputus ephorus mengatakan telah malakukan jejaring dimana HKBP punya jemaat, resort, distrik.
“Jadi bagian itu ada distrik Sibolga Praesesnya berkordinasi dengan resort dan jemaat dan praeses berkominikasi dengan Pearaja. Kami sudah bantuan baik secara materi,beras bahkan alat komunikasi Starlink kami sudah kirimkan dan uang sudah kami transfer supaya mereka lebih melihat mana yang lebih dibutuhkan.Jadi mudah mudahan dengan jalur komunikasi yang seperti ini bisa teratasi dengan cepat,”ujarnya.
Diakhir wawancara ephorus mengatakan telah memberikan penguatan kepada korban,’ Kita lihatlah saudara-saudara kita yang banyak berdoa banyak mengulurkan tangan memberikan pertolongan. Itu menunjukkan bahwa mereka itu (para korban,red) banyak yang menopang. Masih ada waktu pengharapan biarlah dalam waktu derita ini sejenak. Kita berdoa mereka itu bisa bangkit kembali.Sehingga dengan doa gerakan bersama ini pada waktunya bisa pulih dan lebih sejahtera kembali,” pungkasnya. (Tohap)
















Discussion about this post