SIANTAR-MEDIAMASIP.COM
Kemacetan di kawasan Pasar Horas, parkir di badan jalan, aktivitas bongkar muat, hingga genangan air yang menghambat arus kendaraan menjadi sejumlah persoalan yang dibahas dalam Forum Lalu Lintas Kota Pematangsiantar, Rabu (21/10/2026).
Forum yang berlangsung di Aula Widya Satya Brata Polres Pematangsiantar itu dipimpin Wakapolres Pematangsiantar, Kompol Budiono Saputro, S.H., M.H., serta dihadiri Kasat Lantas AKP Simon E. Simatupang, S.H., M.H., CPHR, bersama unsur organisasi perangkat daerah (OPD), pengelola pasar, pengelola terminal, dan pemangku kepentingan lainnya.

Pertemuan tersebut membahas kesiapan Operasi Patuh Toba 2026 dan pengamanan Operasi Lilin Toba 2026. Selain persiapan pengamanan, forum juga menjadi ruang koordinasi untuk mencari solusi atas persoalan lalu lintas yang berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.
Sejumlah pejabat yang hadir antara lain Kepala Dinas Perhubungan Daniel Siregar, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Johannes Sihombing, Kepala Dinas Tarukim Robert Sitanggang, Kasatpol PP Hasudungan Hutajulu, Kepala Dinas Kesehatan Urat Simanjuntak, serta Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Herri Okstarizal.
Hadir pula Camat Siantar Marihat Pedi Arianto Sitompul, Camat Siantar Barat, perwakilan kelurahan, Direktur PD Pasar Horas Jaya Bolmen Silalahi, unsur Jasa Raharja, pengelola Terminal Tanjung Pinggir, perwakilan Organda, perusahaan transportasi daring, serta personel Satlantas Polres Pematangsiantar.
Keterlibatan berbagai instansi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat koordinasi penanganan persoalan lalu lintas sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Kemacetan Pasar Horas Perlu Solusi Konkret
Dalam paparannya, Kasat Lantas AKP Simon E. Simatupang menyampaikan bahwa kepatuhan sebagian pengguna jalan terhadap aturan lalu lintas masih perlu ditingkatkan.
Sejumlah hambatan yang menjadi perhatian meliputi parkir di badan jalan, aktivitas bongkar muat di kawasan pasar, angkutan umum yang menaikkan dan menurunkan penumpang sembarangan, serta keberadaan odong-odong yang masih beroperasi di jalan raya.
Persoalan kebersihan turut disorot, termasuk pembuangan sampah di badan Jalan Merdeka kawasan Pasar Horas dan truk sampah yang ditinggalkan di lokasi sehingga berpotensi mengganggu kelancaran arus kendaraan.
Menurut Simon, berbagai persoalan tersebut membutuhkan komunikasi yang kuat, pertukaran informasi, respons cepat, dan tindak lanjut bersama antarinstansi, disertai dukungan masyarakat.
Menanggapi kondisi tersebut, Wakapolres Kompol Budiono Saputro meminta Satlantas berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan untuk melakukan survei lapangan. Survei itu diperlukan guna menentukan lokasi parkir yang diperbolehkan dan titik yang harus ditetapkan sebagai larangan parkir.
Direktur PD Pasar Horas Jaya, Bolmen Silalahi, menjelaskan bahwa penertiban sebelumnya telah beberapa kali dilakukan. Namun, kondisi di lapangan cenderung kembali tidak tertib ketika pengawasan tidak berkelanjutan, sementara keterbatasan personel menjadi salah satu kendala.
Ia juga menyoroti belum tersedianya ruang khusus bongkar muat barang di kawasan pasar. Karena itu, diperlukan pembahasan lebih lanjut mengenai lokasi bongkar muat yang tepat, termasuk aspek hukumnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Daniel Siregar menyampaikan rencana penempatan personel dan kerja sama dengan pengelola pasar untuk menertibkan aktivitas berjualan di badan jalan.
Ia juga mengusulkan agar forum berikutnya melibatkan pengusaha angkutan kota dan angkutan pedesaan. Pembahasan tersebut diperlukan untuk mengedukasi pengusaha angkutan dan mempertimbangkan pengaturan waktu berhenti maupun operasional kendaraan pada jam-jam rawan kemacetan.
Genangan Air dan Penerangan Jalan Ikut Dibahas
Selain kawasan pasar, persoalan genangan air di Jalan Medan, khususnya sekitar Simpang Kapuk menuju arah Sinaksak, turut menjadi perhatian. Genangan yang terjadi saat hujan deras dinilai berpotensi menghambat arus kendaraan.
Kabag Ops Polres Pematangsiantar, AKP Salija, S.H., mengusulkan survei bersama ke lokasi rawan banjir untuk mengidentifikasi penyebab genangan dan mencari solusi agar air tidak meluap hingga ke badan jalan.
Wakapolres juga menekankan perlunya koordinasi dengan instansi berwenang terkait penanganan drainase dan bangunan di sepanjang Jalan Medan yang berpotensi menghambat aliran air. Penanganannya perlu disesuaikan dengan kewenangan pengelola jalan dan instansi terkait.
Penerangan jalan di sejumlah titik Jalan Medan, terutama kawasan yang rawan kemacetan, juga menjadi perhatian. Selain itu, perantingan pohon yang mengganggu jarak pandang di sepanjang Jalan Parapat hingga perbatasan perlu dikoordinasikan dengan pihak berwenang.
Optimalisasi Terminal Tanjung Pinggir dan Penertiban Odong-odong
Forum tersebut turut membahas optimalisasi Terminal Tanjung Pinggir agar bus-bus besar dapat masuk dan memanfaatkan fasilitas terminal sesuai ketentuan.
Wakapolres meminta agar persoalan perizinan dan masa berlaku kartu pengawasan angkutan diperiksa lebih lanjut. Koordinasi dengan instansi terkait dinilai penting untuk memastikan operasional angkutan berjalan sesuai aturan.
Keberadaan odong-odong yang masih beroperasi di jalan raya juga menjadi perhatian bersama. Penanganannya tidak cukup hanya melalui imbauan, tetapi perlu pembahasan mengenai langkah penertiban yang sesuai ketentuan hukum.
Kanit Turjagwali Satlantas Polres Pematangsiantar, Ipda Syah Edi Suranta Purba, S.H., mengusulkan survei bersama di kawasan Jalan Merdeka dan Pasar Horas, kemudian mengevaluasi dampak penerapan pengaturan lalu lintas terhadap kelancaran kendaraan.
Sinergi OPD Diharapkan Berlanjut ke Lapangan
Keterlibatan Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Tarukim, Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, kecamatan, kelurahan, serta unsur terkait lainnya diharapkan memperkuat koordinasi dalam menangani persoalan lalu lintas yang berkaitan dengan pelayanan publik dan penataan kawasan perkotaan.
Setiap instansi diharapkan dapat menindaklanjuti persoalan sesuai tugas dan kewenangannya, mulai dari pengaturan lalu lintas, penataan kawasan pasar, penanganan drainase, penerangan jalan, hingga pengawasan angkutan umum.
Forum tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembahasan, tetapi berlanjut melalui survei lapangan, pembagian tugas yang jelas, serta evaluasi terhadap langkah yang diterapkan.
Dengan koordinasi yang berkelanjutan, penanganan kemacetan dan berbagai hambatan lalu lintas di Kota Pematangsiantar diharapkan semakin terarah demi menciptakan perjalanan yang aman, tertib, dan lancar bagi masyarakat.(Jono)













Discussion about this post