SIANTAR-MEDIAMASIP.COM
Seorang pria yang bekerja sebagai satpam di sebuah cafe di Pematangsiantar dengan inisial RM (48) ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar kost yang terletak di jalan Danau Tondanau Kelurahan Siopat Suhu Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar.

Awal penemuan mayat pria tersebut yakni pada hari Kamis (25/6/2026) malam sekira pukul 18.53 WIB, seorang saksi bernama Mentari yang merupakan tetangga sebelah kamar korban mencium aroma busuk yang menyengat dan melihat adanya banyak lalat disekitaran kamar korban. Karena penasaran, ia pergi mendatangi rumah ibu kos untuk melihat apa yang terjadi di kamar korban.
Setelah pemilik kos membuka pintu kamar RM menggunakan linggis, terlihat tubuh RM telah tergeletak tidak bernyawa di dalam kamar tersebut dalam keadaan sudah membusuk serta ditemukan 5 macam obat kapsul dengan nama dan merek yang terletak dilantai dekat kasur tempat tidur.
Seorang saksi yang bernama Hendri Simanjuntak segera menelepon Layanan Kepolisian Call Center 110 Polres Pematangsiantar (Bebas Pulsa) untuk dilakukan tindakan lebih lanjut.

Tidak berapa lama personil piket Polsek Siantar Timur dipimpin Kanit Reskrim IPDA Julihar tiba di TKP dan memastikan bahwa pria tersebut sudah meninggal. Kanit Reskrim IPDA Julihar pun menghubungi Tim Inafis Polres Pematangsiantar untuk melakukan olah TKP.
Usai Tim Inafis melakukan olah TKP, petugas BPBD Kota Pematangsiantar mengevakuasi jenazah RM ke RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar guna dilakukan visum lalu Kanit Reskrim menghubungi keluarga RM agar segera datang ke ruangan jenazah.
Dari informasi yang diperoleh, RM yang merupakan warga Pesona Indah Residence II, Kelurahan Baru, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, sudah 2 tahun ditinggal pergi isterinya sehingga ia tinggal sendirian di kamar kos tempat ia meninggal tersebut. Diketahui juga ia baru dua minggu bekerja sebagai satpam di cafe yang tidak jauh dari rumah kos tersebut.
Salah satu keluarga RM yang hadir pertama, Ariston Sianipar selaku abang sepupunya membenarkan bahwa RM merupakan keluarganya dan akan melakukan koordinasi terhadap keluarga untuk pengambilan jenazah korban.
Kendati demikian, Ariston Sianipar mewakili pihak keluarga membuat surat pernyataan bermaterai agar tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah karena RM yang pernah tinggal dirumahnya tersebut sudah mengalami sakit asma menahun dan asam urat menahun.
Sampai berita ini diterbitkan, jenazah RM masih berada diruangan jenazah RSUD dr Djasamen Saragih dikarenakan pihak kepolisian masih menunggu kedatangan pihak keluarga. (Jono)














Discussion about this post