Topik : *DI DALAM DIA KITA MENJADI KAYA DALAM SEGALA HAL*
Oleh : C.Pdt. Andreas Kristofel Simamora, S.Fil.
Syalom, Jemaat Tuhan yang dikasihi dan diberkati oleh Tuhan. Khotbah Minggu ini tertulis di dalam kitab
*1 Korintus 1:4-9*
Ayat 4 : Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus.
Ayat 5 : Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan,
Ayat 6 : sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu.
Ayat 7 : Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karunia pun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus.
Ayat 8 : Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.
Ayat 9 : Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Rasul Paulus membuka suratnya kepada jemaat Korintus bukan dengan teguran, melainkan dengan ucapan syukur. Padahal jemaat ini penuh dengan masalah: perpecahan, kesombongan rohani, dan penyalahgunaan karunia. Namun Paulus mengingatkan satu hal yang mendasar: hidup jemaat berdiri bukan karena kehebatan manusia, melainkan karena anugerah Allah.
Paulus berkata, “Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan kepadamu dalam Kristus Yesus.” Anugerah itu nyata melalui perkataan, pengetahuan, dan karunia-karunia rohani. Ini menegaskan bahwa semua yang kita miliki dalam pelayanan dan kehidupan iman adalah pemberian Tuhan, bukan hasil usaha kita semata.
Lebih dari itu, Paulus meneguhkan pengharapan jemaat: Tuhan akan menguatkan mereka sampai kesudahannya, sehingga mereka tidak bercacat pada hari kedatangan Yesus Kristus. Di sini kita belajar bahwa kesetiaan Allah lebih besar daripada kelemahan manusia. Keselamatan dan keteguhan iman kita tidak bergantung pada kemampuan kita bertahan, tetapi pada Allah yang setia memegang janji-Nya.
Ayat 9 menutup dengan pengakuan yang kuat: “Allah adalah setia.” Ia yang memanggil kita ke dalam persekutuan dengan Anak-Nya, juga yang akan menyempurnakan karya-Nya dalam hidup kita.
Penutup:
Khotbah ini mengingatkan kita untuk hidup rendah hati dalam anugerah, setia dalam panggilan, dan penuh pengharapan dalam janji Tuhan. Jika Allah yang setia telah memanggil kita, maka marilah kita menjawab panggilan itu dengan hidup yang memuliakan Kristus.
*AMIN*
















Discussion about this post